SEJARAH MASJID AL MUHAJIRIN
Masjid Al Muhajirin terletak di Jalan Bawono Manis 8A Perum Manisrejo I Kota Madiun, Dibangun diatas Fasum Kapling Perumnas Manisrejo I Madiun, Ukuran Masjid Induk ini dengan Type 17 x 17 m2, peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Wahono , peresmian dan penyerahan prasasti Masjid Ini tahun 1989 oleh Gubernur Jawa Timur bapak Sularso, dari Manisrejo diwakili oleh KH.Drs. Dimyati. Awal pendirian Masjid Al Muhajirin didanai dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, bentuk Masjid Al Muhajirin merupakan akulturasi Islam dengan Nusantara, gaya Masjid ini terlihat dari bentuk atapnya yang seperti Masjid Agung Demak, bentuk ini diyakini merupakan bentuk toleransi Masjid sebagai sarana penyebaran agama Islam dengan masyarakat saat itu, atap Masjid yang berupa tajug tumpang tiga dengan puncak atap Masjid terdapat ornamen yang berfungsi sebagai penangkal petir yang bertuliskan “Allah”.Bagian tajug atap paling bawah menaungi ibadah, tajug diatasnya lebih kecil. Model atap tajug tumpang tiga ini juga memiliki Aqidah Islamiyah yaitu bahwa seorang Islam perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya yaitu Iman, Islam, dan Ihsan.
Pengelolaan awal Masjid Al Muhajirin deserahkan kepada tokoh Agama dan tokoh masyarakat yang ada di Perumahan Manisrejo I, ditangan beliau beliau Masjid Al Muhajirin dimanfaatkan sebagai sarana ibadah Mahdhah dan Ghoiru Mahdhah , seiring dengan perkembangan waktu karena Jamah semakin banyak untuk menampung Jamaah dan untuk kegiatan kegiatan Jamaah maka pada saat Ketua Takmir KH.Drs Dimyati dibangun serambi Masjid timur dan serambi Masjid selatan, begitu juga untuk kelengkapan Masjid Al Muhajirin dibangun pula menara Masjid. Ketua takmir Masjid Al Muhajirin mulai berdiri sampai saat ini sudah dipimpin oleh Tujuh Ketua Takmir yaitu : (1). Bapak Anamulah, (2) Bapak H. Sujarwo, (3) Bapak H. Amin Subroto, (4) KH.Drs. Dimyati, (5).H Drs. Maksum, (6).KH.Drs Dimyati, MPd dan (7) Gus.M. Atok Sultoni, SE. Sampai saat ini.ditangan kepemimpinan beliau beliau Masjid Al Muhajirin semakin berkembang baik sarana fisik maupun bentuk ibadah ibadah yang lainnya, tentunya semua itu di sesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan umat Islam yang ada di Perumnas Manisrejo I Kota Madiun.